0 4 min 6 tahun

BREBES.- Sebanyak 18 Korban yang dilaporkan hilang karena tertimbun tanah longsor di lokasi bukit Lio, kawasan Desa Pasirpanjang Kecamatan Salem Kabupaten Brebes, 11 orang sudah diketemukan.

Tim pencari korban longsor Brebes

Korban yang berjumlah 11 orang itu, di ketemukan oleh Tim SATGAS/Relawan dan masyarakat setelah kerja keras mencari selama 4 hari.

Kesebelas korban itu sudah meninggal, malah ada yang di ketemukan beberapa organ tubuhnya, seperti tangan, kaki, dan kepalanya didapati tidak utuh lagi.

Berdasarkan hasil pantauan dilapangan, Minggu, 25 Februari lalu, lebih jelas lagi menyuguhkan data terperinci 11 orang korban musibah itu. 1. Hj. Karsini (66) dari Desa Pasirpanjang, 2. Casto (48) dari Desa Bentarsari, 3. Wati (80) Desa Pasirpanjang, 4. Radam (59) Desa Cikokol, 5. Kiswan (45) Desa Pasirpanjang, 6. Wartinah (46) Desa Ciputih, 7. Carki (53) Desa Pasirpanjang, 8. Sarmah (80) Desa Parispanjang, 9. Turpiah (44) Desa Pasirpanjang, 10. Rasminah (38) Desa Pasirpanjang, 11. Casti (85) Desa Pabuaran.

Masyarakat setempat yang ikut menemukan beberapa korban

Sedang korban yang belum diketemukan dan diprediksi juga sudah meninggal karena tertimbun longsor tanah dan terbawa arus banjir bandang itu masih 7 korban lagi, yaitu 1. Marsu’i (64) Desa Ciputih, 2. Wirso (-) Desa Pasirpanjang, 3. Yanto (-) Desa Pasirpanjang, 4. Wastim (48) Desa Salem, 5. Darsip (-) Desa Pasirpanjang, 6. Rustam (-) Desa Bentar, 7. Sujono (57) Desa Pasirpanjang.

Semua data korban longsor ini diperoleh dari pusat informasi data penanggulangan bencana di lokasi bencana Desa Pasirpanjang, Salem, Kabupaten Brebes.

Menurut Slamet Becco, Kepala Desa Ciputh Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, yang juga aktif menggerakan warga desanya mencari korban longsor dan juga aktif koordinasi dengan Muspika setempat pada media ini menjelaskan sampai hari ke-4 dalam pencarian, masih ada 1 warga desanya yang jadi korban musibah, Marsu’i (64) yang belum ditemukan.

Becco berharap SATGAS/Relawan dan masyarakat terus membantu sisa-sisa korban yang belum diketemukan termasuk salah satu warganya itu.

“Ini demi kemanusiaan, khusus peduli ini kami sampaikan pada semua perangkat desa saya agar mereka dengan rasa tulus dan ikhlas mencari sekuat tenaga, Insyaa Allah, Marsu’i bisa diketemukan”, harapnya.

Sedang Nur Isrodin, Kepala BASARNAS Jateng, didampingi stafnya, Rindang, ketika dimintai tanggapan INAPOS saat di TKP atas dedikasinya selaku pencarian korban longsor ini menjawab singkat.

Bahwa di sektor 1, tepatnya dibawah bukit longsor utama itu sudah diketemukan antara lain pada Sabtu (24/2) 1 korban perempuan yang masih utuh dan 1 potong kaki.

Sedang pada Minggu (25/2) diketemukan 2 korban berjenis kelamin perempuan utuh. Pihaknya juga pernah di lokasi ini menemukan potongan kepala korban dan tangan sebelah kiri. Tegas Isrodin.

Ketua tim penanggulangan bencana di Brebes ini, yang juga Komandan Kodim Brebes, Letkol Hadi Hariono, selalu wanti-wanti pada masyarakat jangan sekedar menonton, ia berharap dalam menghadapi medan buruk seperti ini harap hati-hati terutama yang di dekat wilayah yag mudah longsor.

“Khusus masyarakat yang datang boleh membawa alat untuk membantu SATGAS/Relawan, hindari medan yang mempunyai rawan longsor”, tegas sang komandan.

Hadi Hariono juga berharap semua SATGAS/Relawan dan masyarakat terus mencari sisa korban yang belum diketemukan secara maksimal.

Menurut catatan INAPOS, musibah korban longsor ini sangat mengundang perhatian Presiden, Joko Widodo. Presiden mengapresiasi kerja dan cepat tanggap peduli bencana dari Bupati Brebes, Idza Priyanti.

Walau belum sempat menengok korban longsor ke Brebes, Presiden sempat memberikan bantuan berupa dana pada korban longsor sebesar Rp.300.000.000,-.

Seperti sering diberitakan di beberapa media massa, baik itu lewat TV dan koran, pada Kamis 22 Februari lalu, Jam 08.00 terjadi musibah tanah longsor di bukit terjal di kawasan Bukit Lio Desa Pasirpanjang Kecamatan Salem Kabupaten Brebes.

Karena musibah tanah longsor itu, sejumlah 18 orang dilaporkan hilang karena tertimbun longsoran.

Kebanyakan korban tersebut rencana akan belanja ke pasar di wilayah Banjarharjo, Brebes. Namun naas, saat berangkat bersama menaiki kendaraan roda empat bak terbuka, di tengah perjalanan tepatnya di bukit Lio tersebut kendaraan yang di tumpanginya mendapatkan tumpahan bongkahan tanah dan batu di sertai air bah yang tepat menimbunnya. (Teguh)