Ternyata Ini Tujuan Beltim Kunjungi Banyuwangi

0
111

INAPOS, Babel – Rombongan yang kurang lebih berjumlah 53 orang, terdiri dari Forkopimda Kabupaten Beltim, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda), Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik, pengurus LSM serta wartawan kunjungi Kabupaten Banyuwangi Jatim, Selasa (19/11) pekan lalu.

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Bupati Beltim Yuslih Ihza, melihat langsung inovasi layanan yang dilakukan Pemkab Banyuwangi.

Rombongan disambut oleh Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiatmoko di Lounge Pelayanan Publik Kantor Bupati Banyuwangi.

Selain itu, Bupati Beltim juga mencoba alat layanan informasi pada layar komputer yang tersedia tepat di tengah-tengah ruangan lounge.

Kunjungan ke Banyuwangi adalah untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat.

Dalam pertemuan, Pemkab Beltim bertukar pikiran dengan Pemkab Banyuwangi mengenai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

“Kita memperoleh banyak referensi dari Banyuwangi, khususnya mengenai pelayanan dan sistem pemerintahan yang berbasis elektronik. Kita ke sini untuk melihat langsung bagaimana inovasi layanan itu dibuat,” ujar Yuslih.

Bupati Yuslih terkesan dengan paparan yang diberikan oleh Wakil Bupati Banyuwangi. Ia pun mengatakan Pemkab Beltim akan mengadopsi sistem layanan yang bisa ditiru seperti SPBE dan layanan kesehatan di keramaian yang sudah diterapkan oleh Pemkab Banyuwangi.

“Inovasi pelayanannya sangat baik, tidak salah kita berkunjung ke sini. Nanti kita lihat mana yang bisa kita terapkan itu yang akan kita laksanakan,” ungkap Yuslih.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi mengatakan sangat antusias menerima kunjungan Pemkab Beltim.

Diakui Yusuf, ratusan daerah lain di Indonesia juga melakukan kunjungan ke Kabupaten Banyuwangi.

“Kita di sini untuk sama–sama belajar, jadi bukan hanya kawan-kawan dari Belitung Timur yang mendapat informasi, kita juga saling tukar menukar informasi,” kata Yusuf.

Yusuf menambahkan, banyak daerah yang belajar mengenai program pariwisata hingga pembangunan. Pemkab Banyuwangi sendiri telah dikenal sebagai daerah yang melakukan perencanaan, hingga monitoring berbasis elektronik.

Ada berbagai aplikasi yang dikembangkan untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel, mulai dari e-planning, e-budgeting, e-village budgeting hingga e-monitoring.

“Berbagai daerah berkunjung ke Banyuwangi khusus untuk belajar intens tentang perencanaan pembangunan dan sistem pengelolaan keuangan desa. Nah ini yang kita sebut sinergi pariwisata, dengan adanya kunjungan ke sini, bukan hanya dari wisatawan tapi juga pemerintah,” ujar Yusuf.

 

Penulis : Imron L , Mulyadi

Sumber : Kominfo Beltim


Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here