JAKARTA, – Ditemukannya jejak manusia Austronesia pada situs Nyi Subanglarang, Subang, Jawa Barat beberapa waktu lalu oleh tim Balai Arkeologi Bandung, semakin membuka jejak baru. 

Hal ini membuka jendela jejak – jejak kuno jauh sebelum kehidupan Nyi Subanglarang atau lebih luas lagi jauh lebih tua dari Kerajaan Padjadjaran.

Baca juga : Ditemukan Manusia Austronesia di Situs Nyi Subanglarang

Dr. Lutfi Yondri, Peneliti dari Balai Arkeologi Bandung, mengatakan bahwa temuan manusia Austronesia pada Situs Nyi Subanglarang semakin memperjelas status situs tersebut.

“Bahwa Situs tersebut Situs Nyi Subanglarang tidak bisa dipatahkan, tapi lebih menjelaskan keberadaan situs tersebut,” jawab Lutfi ketika ditanyakan akankah Situs Nyi Subanglarang pemikiran saat ini terparahkan dengan temuan teranyar itu.

Lutfi melanjutkan, maksud memperjelas status situs tersebut terhadap budayanya.

“Tradisi yang dimiliki oleh masyarakat menyebut lokasi itu dengan sebutan Nyi Subanglarang itu bagian kekinian. Tapi sisi arkeologi bisa menjelaskan tentang bagian budaya yang lebih lama dari tradisi yang ada di tengah masyarakat, periode budaya sebelum Nyi Subanglarang. Untuk nama, saya lebih cenderung menggunakan nama itu, agar masyarakat luas lebih mudah untuk mengetahuinya lokasi tersebut,” paparnya.

Ahli arkeolog ini pun memastikan untuk jejak masa lalu, situs itu lebih tua dari era Nyi Subanglarang atau bisa melebar bahwa lebih tua dari Padjadjaran. (Cep’s)


Komentar Anda?