Inapos, Jakarta.- Anggota DPRD Hj. Ida Mahmudah dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Komisi B yang membidangi Perekonomian, menyerap aspirasi masyarakat dalam reses ketiga.

Ida Mahmudah dalam resesnya bersama warga Kelurahan Sunter Jaya, Jakarta Utara, menggandeng pihak BPJS Ketenagakerjaan dan Suku Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (KUMKMP) Jakarta Utara. Dalam wawancaranya seusai reses Ida mengatakan, dalam reses hari ini saya fokuskan untuk para wirausaha kelontongan/warung, usaha kelontong kalau diseriusin luar biasa hasilnya, contohnya warung makan soto saya ini.

“Selain itu Pemda DKI juga memiliki Balai Latihan Kerja (BLk) dalam keterampilan, ada bidang Teknik Sepeda Motor, Teknik Pendingin, Teknik Komputer, Tata Busana, Tata Boga, Tata Graha (Perhotelan) dan Operator Komputer. Di BLK rata-rata 40-60% diterima diperusahaan yang sudah bekerjasama dengan Pemda DKI,” ucap Ida kepada Inapos.com, di Rumah Makan Pawon Soto Gayeng, Sunter Jaya, Jakarta Utara, Senin (30/10/17).

Dengan adanya kerjasama dengan KUMKMP, semoga dapat memecahkan masalah yang selama ini dikeluhkan masyarakat terkait pinjaman modal, apabila mereka meminjam harus disertakan dengan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP). Akan tetapi dengan program ini hanya dengan persyaratan yang cukup sederhana yaitu KTP dan KK.

KUMKMP akan memberi modal kisaran 500 ribu sampai 1 juta bahkan lebih tergantung dari penghasilannya, kata Ida, “yang nantinya akan beromset sekitar 3 jutaan perbulan, mengenai barangnya bisa gunakan tempat saya yang kosong untuk gudang barang, daripada harus mengambil ke pusatnya,” kata Ida yang juga seorang wirausaha.

Ditempat yang sama Arfian selaku Kasudin KUMKMP Jakarta Utara menjelaskan, selama ini kan belum ada sentuhan dari pemerintah kepada usaha kelontong, kita berusaha dengan adanya Gubernur baru kita dukung para kelontong ini dengan aspek kelancaran barang dagangannya. Nantinya mereka akan dibina terlebih dahulu mengenai mesin dalam laporan keuangannya, selain membuat laporan, mesin tersebut juga dapat digunakan untuk memesan barang dagangannya.

“Untuk barangnya sendiri nantinya akan difasilitasi dari komunitas Sahabat Rakyat (Sahara). Saya berharap dengan adanya Sahara ini dapat memutus mata rantai saluran distribusi agen, pasalnya para kelontong ini belanja untuk dagangannya cukup mahal,” kata Arfian.

Mengenai kerjasama modalnya kami akan menggandeng dari pihak Bank DKI ataupun BNI. (Elwan)


Komentar Anda?