Polres Ciko Diminta Segera Tangkap Preman di PLTU 2 Cirebon

0
271

INAPOS, KOTA CIREBON,- Keributan antar pekerja proyek pembangunan PLTU 2 Cirebon dengan preman Kanci Wetan di lokasi proyek pembangunan PLTU 2 Cirebon terus bergulir dan berujung dilaporkannya beberapa preman oleh salah satu pekerja yang menjadi korban penganiayaan dalam keributan tersebut.

Andri, salah satu korban penganiayaan yang melaporkan kejadian tersebut menyampaikan kepada Inapos, bahwa dirinya menjadi korban saat dirinya tidak mengetahui asal-muasal keributan.

“Saya baru kembali dari membeli nasi bungkus. Saya di stop oleh dua orang salah satunya bernama OD dan menanyakan apakah saya berasal dari Desa Waruduwur. Saya bilang bukan ke mereka tapi tetap saja saya dipukul satu kali pakai batu saat saya masih berada diatas motor,” jelas Andri usai melakukan pelaporan ke Polres Cirebon Kota (Ciko), Senin (2/12/2019).

Masih menurut Andri, dirinya dianiaya oleh dua orang dengan cara satu orang memegang rambutnya dan satu orang yang bernama OD memukul memakai batu.

“Baju saya ditarik hingga turun dari motor lalu saya dipukuli dan kejadiannya hari Sabtu, jam 8 pagi. Saya berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku tersebut. Saya belum bisa bekerja karena mereka selalu melakukan pengancaman khususnya kepada saya. Saya sudah laporan ke polisi bagaimana saya bekerja, sedangkan oknum orang-orang Desa Kanci selalu mengejar-ngejar orang Desa Waruduwur dan polisi menyarankan agar saya meminta bantuan ke Kepala Desa,” tuturnya sembari memperlihatkan surat laporan tersebut.

Dirinya berharap, pihak Polres Ciko segera menangkap para pelaku agar para pekerja kembali bekerja dengan aman.

Menyikapi hal ini, Darto Qigde Cirtim aktivis Cirebon Timur mendukung Polres Ciko segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh terlapor di dalam lokasi proyek PLTU 2 Cirebon dan telah dijelaskan pula siapa-siapa yang telah melakukan penganiayaan atau pengeroyokan. Segera ditindak sesuai aturan yang berlaku,” tegas Darto.

Melalui sambungan telepon, Ais yang menjadi korban pengeroyokan pada Sabtu (30/11/2019) kemarin dan kini masih berada di Rumah Sakit Gunungjati berharap pula agar kepolisian segera menangkap para preman yang menjadi pelaku keributan.

Ais korban pengeroyokan dan kini berada di RS Gunungjati

“Setelah saya sembuh dan keluar dari Rumah Sakit, akan segera melaporkan para preman tersebut,” pinta Ais.

Ketika ditanyakan apa penyebab keributan yang terjadi di lokasi proyek PLTU itu, Ais membenarkan adanya permintaan jatah.

“Awalnya mereka minta jatah preman ke perusahaan se-enaknya. Sedangkan warga-warga yang ingin bekerja di PLTU, selalu dipersulit oleh mereka bahkan dimintai uang untuk bisa masuk kerja di PLTU 2 Cirebon. Itu yang membuat kami para pekerja tersinggung,” jawabnya, Senin (2/12/2019).

Saat ditanya apakah pihak perusahaan ada perhatian, Ia menjawab tidak ada dari pihak perusahaan yang datang atau menjenguk.(Cep’s)


Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here