Penetapan Tersangka Kasus UU ITE di Polres Gianyar Penuh Kejanggalan

Penetapan Tersangka Kasus UU ITE di Polres Gianyar Penuh Kejanggalan

BALI, INAPOS,-  Aparat Kepolisian Gianyar dinilai tidak cermat dalam menerapkan pasal-pasal dalam UU ITE terkait penetapan status Tersangka terhadap Kliennya yang bernama Ida Bagus Made Suarjana yang hanya memberi komentar pada unggahan 1 buah foto surat pemberitahuan berwarna putih berkop surat Desa Pakraman Keramas di status teman Facebooknya yang Bernama GOEST ARE-ALI.

“Padahal, Sesungguhnya klien kami hanya menanyakan tentang pararem (hasil rapat adat) yang mana dijadikan dasar tagihan, dan kekhawatiran klien kami terhadap sedang gencarnya SABER PUNGLI sebagai fenomena umum saat ini di Bali tentang Pungutan Desa Pakraman di Bali secara umum, yang sering menjadi masalah pungutan liar walaupun sudah ada perarem (hasil rapat adat) yang sah sekalipun. Komentar dan pertanyaan klien kami tersebut tidak ditujukan kepada Pemimpin adat tertentu ataupun kelompok tertentu,” kata I Made Somya Putra, SH. di kantornya di Gianyar, Bali, Senin (18/12/2017).

Dirinya menilai, Penetapan Ida Bagus Made Suarjana sebagai tersangka sebenarnya sangat Prematur, namun Penyidik ternyata tergesa-gesa dalam menetapkan klien kami sebagai Tersangka, hingga menyebabkan kejanggalan yang sangat fatal.

“Yang tidak masuk akal adalah adanya perintah penyidik agar Klien kami wajib lapor pada hari senin dan kamis di POLRES GIANYAR adalah kejanggalan luar biasa yang diluar prosedur hikum, sebab Pasal 31 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana wajib Lapor adalah salah satu syarat adanya penangguhan penahanan, sedangkan dalam
perkara ini, pengenaan Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 TAhun 2008 Tentang informasi dan transaksi elektronik adalah Delik Aduan yang tidak dapat dilakukan suatu Penahan apalagi Penagguhan Penahanan, Maka sangat janggal perintah penyidik tersebut, yang semakin memperlihatkan upaya-upaya penyidik seperti hendak mentargetkan klien kami sebagai obyek penderita,” terang Somya.

Apalagi, lanjut Somya, keterangan dari I GUSTI NYOMAN ALIT, pemilik akun GOEST ARE-LIT, status tersebut telah dihapus beberapa menit kemudian atas permintaan seseorang yang bernama I KETUT PURNAMA, sehingga dapat dipastikan pihak-pihak pelapor tersebut dipastikan ‘Tidak pernah melihat komentar dari Kliennya Ida Bagus Made Suarjana, sehingga kesaksian yang mereka sampaikan bersifat TESTOMONIAM DE AUDITU, atau berdasarkan keterangan orang lain.

Kejanggalan-kejanggalan lain adalah Kepolisan Resort Gianyar manerima Laporan Polisi/Pengaduan dari I Putu Oka Nuerta, Oknum Kepolisian, dan I Nyoman Puja Waisnawa yang tidak semestinya memiliki Kedudukan Hukum (legal standing). (red)

Comments

comments