Pemerhati Sosial: Sumpah Pemuda Tahun ini Memiliki Tantangan Sekaligus Peluang

0
346

Jakarta.- Tepat tanggal 28 Oktober 2019 diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda yang ke-91. Ada makna yang mendalam bagi sejarah bangsa ini dalam isi Sumpah Pemuda yang dicetuskan pada 28 Oktober 1928 itu, yakni ikrar bertanah air satu, berbangsa satu, berbahasa satu: Indonesia.

Pemerhati sosial dari Generasi Optimis (GO) Indonesia Dhimas Anugrah menilai Sumpah Pemuda tahun ini memiliki tantangan sekaligus peluang. Dhimas mengatakan peluang itu berupa kemajuan teknologi informasi atau internet yang sudah bisa dinikmati lebih dari separuh penduduk Indonesia.

Dhimas mengatakan jika mengacu pada laporan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, maka 143 juta orang di Indonesia sudah terhubung dengan internet atau sama dengan 55% dari 262 juta penduduk.

“Survei 2018 menunjukkan Indonesia berada di peringkat ke-4 pengguna internet terlama dalam sehari, yaitu 8 jam 51 menit, terlama setelah China, India, AS, dan Brasil,” ujarnya di wilayah Sunter, Jakarta, Senin (28/10/2019) malam.

Pemerhati yang juga tergabung di Oxford Center for Religion and Public Life, Inggris itu memaparkan, penggunaan internet di Indonesia mayoritas digunakan untuk medsos, yang juga meliputi browsing, chatting dan melihat video.

“Zaman memang berubah. Survei APJII 2017 melaporkan bahwa 49.5% pengguna internet berusia 19-34 tahun dan 72.41% pengguna internet Indonesia berada di perkotaan. Kita hidup di dalam zaman internet,” kata Dhimas.

Tapi menurut Dhimas, berkembangnya teknologi informasi itu juga mengakibatkan tantangan pada saat yang bersamaan, yaitu maraknya cybercrime, yang meliputi penipuan, cybersex, cyberaffair, sexting dan pornografi.

Mengutip Indonesia Cyber Crime Summit di Institut Teknologi Bandung yang diselenggarakan pada Oktober 2014, Dhimas mengajak masyarakat mewaspadai adanya serangan cybercrime, karena Indonesia menjadi negara nomor 1 di dunia yang paling banyak mendapat serangan di dunia maya.

“Kita perlu berhati-hati dan waspada ya. Dalam peringatan Sumpah Pemuda ini kita diundang untuk semakin bijak menggunakan internet dan mengelolanya demi kebaikan kita sendiri dan sesama,” kata pria yang namanya masuk dalam bursa calon Wali Kota Surabaya itu.

“Sumpah Pemuda adalah undangan bagi kita untuk berpartisipasi dalam mewarnai aktivitas dan komunikasi via dunia maya maupun grup WA secara etis nan elok. Perpecahan atau perselisihan biasanya dipicu oleh komunikasi yang keliru di antara pihak. Tentu perpecahan bukanlah cita-cita para pemuda yang mengikrarkan Sumpah Pemuda pada tahun 1928,” imbuhnya.

“Mari kita mengambil bagian dalam peringatan Sumpah Pemuda ini dengan cara bijak menggunakan internet dan medsos, sehingga terjadi komunikasi yang harmonis di antara anak bangsa,” kata pria kelahiran Surabaya ini.

“Selamat Hari Sumpah Pemuda. Semoga generasi muda bangsa Indonesia bertumbuh menjadi manusia yang unggul, toleran dan bersatu,” pungkas Dhimas Anugrah. (Elwan)


Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here