Inapos, Jakarta.- Tim Opsnal Unit 3 Subdit Jatanras Polda Metro Jaya dipimpin Kanit Kompol Piter Yanottama, S.H., S.I.K. dan Wakanit Kompol Danang telah melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam pasal 365 KUHP.

Kanit Kompol Piter menjelaskan, “pada hari Sabtu (06/01) lalu, di Pasar Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur. Korban (Andrianto,red) naik angkot KWK 31 dengan tujuan ingin pulang kerumah yang berlokasi di Tanah Apit Harapan Indah. Saat korban naik angkot ternyata didalam angkot tersebut sudah ada 4  penumpang laki-laki tidak dikenal. Kemudian pelaku dan salah satu pelaku langsung menutup pintu angkot dengan menggunakan kakinya. Selanjutnya korban dipepet oleh para pelaku dan salah satu pelaku lainnya mengeluarkan sebilah belati dan langsung menusuk kebagian paha sebelah kanan, kemudian pelaku lainnya ada yang mengambil dompet korban secara paksa dari kantong celana korban,” jelas Piter kepada media.

Setelah itu korban dibuang di daerah BKT Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. Lalu para pelaku kabur menggunakan angkot tersebut ke arah Pasar Modern Harapan Indah, Bekasi.

Selanjutnya korban memberhentikan kendaraan orang yang lewat dan diantarkan ke Polsek Medan Satria selanjutnya diantar ke Rumah Sakit Ananda Bekasi.

“Keempat pelaku berinisial (SN), (DY), (JN), (RN) dan (RY). Dengan barang bukti berupa ;

1. 1 (satu) Unit Mobil Angkot KWK  31, Nopol B 2036 QO Warna Merah.

2. 1 (satu) buah pisau Belati.

3. 1 (satu) buah Samurai.

4. Sisa uang milik korban sebesar Rp 150.000,- (seratus lima puluh ribu rupiah).

4. 5 (lima) buah Baju pelaku pada saat kejadian,” ucap Piter.

Foto : Sebuah belati yang digunakan para pelaku untuk melukai korban.

Modus operandi yang dijalankan pelaku ialah, para pelaku berpura-pura sebagai supir dan penumpang angkot kemudian mencari penumpang untuk dijadikan sebagai target korban Pencurian dengan Kekerasan (Curas).

“Pelaku dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang tindak pidana Pencurian dengan Kekerasan dan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 9 tahun,” pungkasnya. (Elwan)

Comments