Para Buruh Geruduk PG Rajawali II

Para Buruh Geruduk PG Rajawali II

KOTA CIREBON.- Puluhan buruh PT Pabrik Gula Rajawali II Sindang Laut dan Fordisma’ 45 UNTAG melakukan aksi demo di depan Kantor PG Rajawali II di Jalan Wahidin Kota Cirebon, Jum’at (12/01/) Buruh menuntut status pekerja yang belum jelas, perbaikan kontrak, tunjangan kesehatan.

Dwi Aji Salvian, Perwakilan Security Keamanan PT PG Rajawali II Sindang Laut menuntut hak buruh, agar dilakukan perbaikan kontrak. Dimana karyawan hanya diberikan PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu), sementara buruh yang bekerja sudah puluhan tahun tidak mendapat tunjangan kesehatan, tunjangan hari tua, dan pesangon jika di PHK.
“Salahsatu buruh, Hartono yang bekerja selama 17 tahun mengalami kecelakaan kerja, bagian tubuhnya kejepit dan terjadi gangguan saraf yang menyebabkan Ia lumpuh. Namun pihak perusahaan tidak bertanggung jawab dan tidak memberikan jaminan kesehatan, Ia hanya diberi surat ucapan terima kasih,” ungkapnya saat diwawancarai Media, Jum’at (12/01).
Dalam orasinya, Alvian menuturkan bahwa buruh adalah rakyat kecil yang hidup penuh keterbatasan dan jauh dari kata cukup, menuntut buruh untuk bekerja keras demi menghidupi anak dan istri. Namun sayangnya situasi seperti ini menjadi sasaran empuk bagi pengusaha pengusaha nakal yang membodohi buruh perusahaan yang mayoritas minim pendidikan dan semua itu terjadi pada buruh PT. Pabrik Gula RAJAWALI ll dimana para buruh yang bekerja di
“Logo PT PG Rajawali masih berwarna merah putih, jika mau tetap di Indonesia sebagai Perusahaan BUMN maka buruh harus mendapatkan hak-haknya sebagaimana mestinya yang tercantum dalam UU No. 13 tahun 2013 Tentang Ketenagakerjaan. Buruh berhak inendapatkan fasilitas kesehatan, jaminan hari tua, dan lainnya,” orasinya menggebu-gebu karena Direksi PT PG Rajawali enhgan untik keluar.
Saat ini, status kontrak buruh yang tidak jelas, jaminan kesehatan hingga keselematan kerja yang tidak menjamin. Kemarin dengan alasan tidak jelas, pihak perusahaan mem PHK 200 buruh untuk efesiensi perusahaan.
“Salah satu diantaranya terjadi kepada buruh (Budi Siswanto) yang telah bekerja pada perusahaan tersebut selama 24 tahun dan tidak mendapatkan tunjangan maupun jaminan kesehatan,” pungkasnya.
Para buruh menuntut tolak outsourcing, tolak PHK sepihak, dan segala jaminan sosial bukan asuransi sosial.
Dengan tidak adanya respon dari Direksi PT PG Rajawali II, para buruh akan melakukan aksi demo dengan massa lebih banyak lagi serta menuntut kepada dinas tenaga kerja. (Kris)

Comments