Nelayan Kurau Hilang 13 Hari

Nelayan Kurau Hilang 13 Hari

INAPOS, Babel – Koordinator Tagana Belitung Timur (Beltim), Mahroni Hidayat mengabarkan bahwa Pearahu Nelayan Kurau sedah 11 (sebelas) hari melaut hilang kontak pada kamis (2/11/2017) malam, sehingga pada hari ini, sabtu (4/11/2017) kehilangan nelayan tersebut memasuki 13 (tigabelas) hari.

 

Info yang masuk ke Markas Tagana Beltim pada kamis (2/11/2017) malam bahwa nelayan tersebut sudah memasuki 11 hari melaut di daerah karang sembilan, pada posisi 72 mil dari sungai liat Bangka. Dan hingga hari ini putus kontak.

 

Disebutkan Dayat ciri Perahu berwarna badan putih, dengan kamar belakang tingkat berwarna putih. Bobot 4 ton. Perahu tersebut dengan 3 (tiga awak), yaitu Baharudin, Bujang Alman dan Randi. Awak kapal Baharuddin dan Bujang Alman merupakan nelayan asal Ds Kurau Bangka Tengah. Randi adalah anak Bujang Alman.

 

“Perahu Nelayan kurau sudah 11 hari melaut di daerah karang sembilan, 72 mil dari sungai liat (bngka). awak 3 orang, atas nama Baharudin, Bujang Alman dan Randi. Ciri kapal warna kamar putih, badan bawah biru, kamar belakang bertingkat.” disampaikan Dayat ke INAPOS.COM, kamis (2/11/2017) malam.

 

Menurut Mahroni Hidayat, Info posisi perahu di karang Sembilan. Info tersebut diterima 5 hari yang lalu dari perahu terdekat yg melihat perahu korban.

 

Kerena itu, Mahroni Hidayat segera melaksanakan rapat koordinasi terkait kehilangan nelayan tersebut. Jumat (3/11/2017) pagi.

 

“Keputusan rapat koordinasi antara TNI AL, Polair, Basarnas, Tagana dan RAPI hari ini bertempat di Pos Polair Beltim. Untuk pencarian Nelayan asal Desa Kurau Kec Namang Kab Bangka Tengah. Dengan pertimbangan belum ditemukan titik pasti keberadaan Perahu nelayan tersebut. Tim terpadu belum turun untuk melakukan penyisiran di laut.”ungkap Machroni Hidayat dengan sapaan Dayat.

 

Mereka rencananya akan melakulan upaya dengan penyebaran ciri-ciri perahu dan ciri- ciri foto nelayan yang hilang tersebut melalui frekwensi RAPI ke selurug nelayan Belitung dan Beltim.

 

“Langkah yang dilakukan dengan menyebarkan ciri-ciri perahu dan Foto nelayan tersebut lewat frequensi RAPI ke seluruh nelayan di Belitung dan Beltim.” Imbuh Dayat.

 

Selain itu, Tim terpadu terus memantau perkembangan informasi. Dayat juga berpesan, apabila ada info positif tentang keberadaan perahu berikut nelayan tersebut, tim segera turun.

 

Comments