Masih Panen, Kendal Pastikan Pasokan Beras Aman

Masih Panen, Kendal Pastikan Pasokan Beras Aman

INAPOS, JAKARTA– Kepala BB Pascapanen Kementerian Pertanian Prof. Dr. Risfaheri dan tim yang melalukan pemantauan di kabupaten Kendal Jawa Tengah, terutama di kec. Boja dan kec. Limbangan, Senin (8/1/2018) menyaksikan panen padi yang masih bergulir di sana.

“Fakta ini memperkuat keyakinan kita bahwa pasokan beras masih aman. Apalagi pada bulan Desember 2017, panen padi berlimpah,”kata Risfaheri seperti dikutip dari siaran persnya yang diterima inapos.com.

Untuk diketahui, lokasi panen padi yang dikunjungi yaitu Desa Blimbing kec. Boja dan Desa Tambahsari kec. Limbangan. Hamparan padi yang dipanen di desa Blimbing seluas 10 Ha, varietas yang ditanam IR64 dan Situ Bagendit dengan provitas 5,5-6 ton/Ha GKP. Luas hamparan yang dipanen di desa Tambahsari seluas 16 Ha dengan provitas mencapai 6-7 ton/Ha GKP.

Varietas yang ditanam meliputi Umbul (lokal), IR64, dan Situ Bagendit. Luas panen selama bulan Januari ini di kec. Boja, 480 Ha dan kec. Limbangan, 280 Ha.

Sementara itu Kepala Desa Blimbing, Sutrisno, yang ikut menghadiri panen menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang telah banyak memberi bantuan kepada petani selama ini.

Dia juga memastikan bahwa pasokan gabah di wilayah kec. Boja khususnya saat ini berlimpah dan tidak pernah mengalami paceklik. Namun untuk percepatan tanam, masih diperlukan bantuan mini traktor roda 4 dan mini combine harvester yang umumnya kepemilikan lahannya kecil.

“Mengingat buruh tani yang ada saat ini sudah berusia senja, sedangkan generasi muda tidak tertarik bekerja di sawah dengan pengelolaan secara tradisional,”ujar nya.

Risfaheri lebih jauh mengungkapkan, berdasarkan pemantauan langsung di lapangan, hampir semua sawah yang telah selesai dipanen saat ini sudah tertanam.

“Panen padi akan terus ada di Kendal sepanjang waktu, karena penanaman terus dilakukan, segera setelah panen selesai. Jadi adanya wacana impor saat ini, harus ditolak karena akan merugikan petani nantinya,”jelas Risfaheri.

Menurut dia, provitas tanaman padi di lokasi pemantauan panen tersebut, masih belum maksimal. Provitas padi di wilayah tersebut, sangat berpeluang ditingkatkan, bila petani menggunakan varietas unggul baru yang telah dilepas oleh Balitbangtan Kementan, sesuai agroekosistemnya. (red)

Comments

comments