Masa Akan Lapor Ke Mabes Polri

 

INAPOS, babel – Seratusan masyarakat Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur (Beltim) melakukan aksi damai ke Kantor Bupati Beltim, kamis (19/10/2017). Masyarakat yang terdiri dari pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kecamatan Gantung tersebut berangkat dengan Truk, Pick Up, dan Konpoi Sepeda Motor.

 

Aksi mereka diawali karena maraknya tambang liar di kawasan sungai Lenggang, yang merupakan sumber air baku di PDAM Kecamatan Gantung. Akibat menjamurnya tambang Rajuk/Ponton ilegal tersebut menjadikan suplay air PDAM ke masyarakat keruh. Seperti diketahui, aktifitas tambang liar tersebut sangat ramai setahun belakangan ini.

 

Sebelumnya, berbagai upaya sudah dilakukan untuk menertibkan pelaku tambang ilegal tersebut. Penertiban tinggal penertiban, namun penambang masih tetap beraktifitas. Bahkan kian ramai, bagaikan jamur dimusim hujan.

 

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Kepolisian dan Pol PP melakukan menertiban di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Lenggang. Dimulai dengan sosialisasi, himbauan, penertiban hingga pembakaran ditempat oleh Wakil Bupati Beltim sudah dilakukan. Kenyataannya, semua dianggap angin lalu karena tak memberikan efek jera bagi penambang.

 

Seperti kemarin, yang dilakukan tim gabungan Polres Beltim, Polsek Gantung dan Satpol PP Kabupaten Beltim, Rabu (18/10) kemarin. Susah payah menyusuri sungai Lenggang, tambang rajuk yang menggunakan ponton masih banyak ditemukan.

 

Beberapa Rajuk akhirnya ditenggelamkan. Dan salah satu dari 14 rajuk tersebut di angkut sebagao barang temuan pihak berwajib.

 

Sehingga, pada hari ini, masyarakat menyampaikan aksi damai berisi kesepakatan agar segala Aktifitas penambangan dengan cara apapun dan dalam bentuk apapun didalam sungai Lenggang, mulai dari hulu hingga hilir sungai Lenggang agar ditindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Mereka meminta Kepada PDAM supaya dapat meningkatan kualitas air yang layak kosumsi. Dan kemudian, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur. TNI/ POLRI Kabupaten Belitung Timur dan Masyarakat sepakat menghentikan seluruh aktivitas tambang dari hulu pice atas sungai Lenggang dalam segala bentuk penambangan sejak hari ini sampai dengan seterusnya.

 

Aspirasi tersebut dituangkan dalam nota kesepakatan yang ditanda tangani oleh, Perwakilan Masyarakat Gantung, Wakil Bupati Beltim, Waka Polres Beltim, Plt. Sekda Beltim, Direktur PDAM Beltim, Kasat Pol PP Beltim, serta Danramil 414-03/Gantung.

 

Dalam menjawab aspirasi masyarakat, Wakil Bupati Beltim, Burhanudin menjelaskan bahwa Ia telah turun langsung ke lapangan bersama Forkopimda, bahkan di tunjuk-tunjuk oleh pelaku tambang dan tidak dihargai sebagai pejabat pemerintah.

 

Kemudian kata Burhanudin, “Selama ini Pemerintah Daerah sudah melakukan tindakan persuasif dan apabila pelaku tambang masih tidak mengindahkan maka akan di serahkan ke aparat penegak hukum untuk dilakukan penegakan hukum.” Cetus Aan, sapaan Burhanuddin.

 

Agar masing masing Institusi TNI/Polri ,Satpol PP mengevaluasi apabila ada oknum anggota nya yang terlibat ikut dalam penambangan agar diberikan tindakan oleh masing-masing Dansat. Dalam penegakan hukum dengan berpedoman Undang undang pertambangan, lingkungan hidup, serta larangan penambangan di DAS.

 

Setelah dilakukan penandatanganan surat kesepakatan bersama, Korlap Aksi, Sopian menyerahkan air yang tercemar oleh aktifitas TI Rajuk yang selama ini dikeluhkan warga dalam botol  kemasan yang diterima oleh wakil Bupati dan Waka polres beltim.

 

Kemudian, Para pihak dan Korlap usai melakukan mediasi diruangan menemui massa pengunjuk rasa yang menunggu dilapangan dan membacakan surat kesepakatan bersama oleh Korlap dan massa menyambut baik dan mengapresiasi tuntutan mereka yang diakomodir oleh pemerintah daerah.

 

Setelah Aspirasi massa Pengunjuk rasa ditanggapi oleh Pemerintah daerah akhirnya massa membubarkan diri dan selanjutnya kembali kerumah masing-masing dengan mendapat pengawalan dari pihak kepolisian.

 

Pemerintah Deerah berkomitmen bekerjasama TNI/Polri akan melakukan penertiban secara terus menerus hingga aliran sungai lenggang gantung clear dari TI Rajuk.

 

Saat ditemui usai melakukan Aksi, Wakil Bupati Burhanudin menyampaikan bahwa selama ini kesannya pembiaran dimasyarakat, sekarang mereka terpanggil dikondisi yang sangat sulit mengenai air bersih. Menurut Aan, pemerintah selama ini terus melakukan penindakan-penindakan terhadap masyarakat penambang di DAS.

 

“Selama ini kesannya pembiaran dimasyarakat, sekarang mereka terpanggil dikondisi yang sangat sulit mengenai air bersih. Pemerintah selama ini kan terus melakukan penindakan-penindakan terhadap masyarakat dilokasi ilegal terkait cadangan sumber air minum.” Pungkas Aan, kamis (19/10/2017).

 

Lain lagi komentar Koorlap Aksi, Sopian, Ia menekankan, “Kalau aksi ini tidak ada tanggapan oleh pemerintah, polisi dan TNI, kita akan layangkan ke Mabes Polri sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Karena sudah banyak masyarakat yang dirugikan dengan air yang tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat. Jadi mudah-mudahan hasil dari kita rapat membuahkan hasil yang layak. Itu harapan kami sebagai pelanggan air Pam, khususnya kecamatan Gantung.” Tegas Sopian. Usai lakukan aksi.

 

Wakapolres Beltim, Kompol Joko Triyono, SIK menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah berupaya melakukan penindakan serta penertiban terhadap tambang di sepanjang sungai lenggang.

 

“Kita sudah beberapa kali sudah sering untuk melaksanakan kegiatan penertiban rajuk tersebut, kemarin kami juga melakukan penertiban di beberapa titik, dan memang ditemukan TI rajuk di TKP, jadi beberapa TI rajuk di TKP kita sita dan kita amankan. Jua temuan di beberapa titik lain kita tenggelamkan.” Sampai Wakapolres Joko.

 

Kemudian, Ia menegaskan, “Apabila masih ada diwilayah ini ditemukan lagi masyarakat yang menambang langsung kita turun dan menindak tegas sesuai proses hukum.” Ancam Wakapolres.

Comments