Inapos, Jakarta.- Secara umum pekerja/buruh adalah warga negara yang mempunyai persamaan kedudukan dalam hukum, hal untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak, mengeluarkan pendapat, berkumpul dalam suatu organisasi serta mendirikan dan menjadi anggota Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

Pekerja/buruh merupakan mitra kerja pengusaha yang sangat penting dalam proses produksi, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh dan keluarganya, menjamin kelangsungan perusahaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Sehubungan dengan hal itu, Akhir-akhir ini, banyak media yang kurang memberikan perhatian khusus terkait isu ketenagakerjaan secara mendalam baik secara opini maupun berita-berita, padahal sebenarnya masalah perburuhan cukup banyak dan kurang dikupas secara mendalam. Hal tersebut disampaikan Sekjen Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), Eduard Marpaung dalam dialognya bersama awak media, dengan mengangkat tema ‘Kampanye dan Advokasi Perjuangan Buruh KSBSI Melalui Media’, Jumat (09/03/18) di Jakarta.

Ia mencontohkan, masalah upah rendah tanpa ada lagi kenaikan meskipun di daerah tersebut tidak lagi menjadi daerah ekonomi yang terbelakang misalnya daerah Brebes, Majalengka, Tegal, Cirebon dan lainnya. Kemudian pengaruh ketika harga BBM sekarang di liberalisasi misalnya, kurang dikupas secara mendalam.

“Kalaupun ada, berita lebih kepada saat-saat tertentu saja Misalnya ketika May Day, kemudian ketika ada aksi-aksi,” ujar Eduard.

Menurutnya, masyarakat yang terjadi sekarang ini lebih cenderung disuguhkan dengan informasi yang bersifat faktual sementara untuk perkembangan intelektual, masyarakat tidak lagi kritis karena kurangnya mendapatkan pendidikan dan bimbingan.

Nah, lanjut Eduard, “kalau media tidak membimbing masyarakat maka yang terjadi adalah masyarakat menerima sampah semua. Kalau kita mau mendidik masyarakat mesti ada satu idealisme, artinya menyuguhkan informasi yang bervariatif tapi punya kadar yang mendidik,” pungkasnya.

Masalah lain juga terdapat seperti polusi juga limbah industri misalnya, terhadap kehidupan masyarakat banyak yang kini terkontaminasi.

Kini masyarakat juga kurang memahami dampak dari asbestos, “asbes sebenarnya sangat berbahaya untuk kesehatan dan dia kalau terbang ke udara maka kalau terhirup satu kecil saja, ada di paru-paru. Maka orang yang menghirupnya akan mengalami kanker paru-paru, ada sekitar 55 negara sudah melarang penggunaan asbes,” jelasnya. (Elwan)


Komentar Anda?