Kontribusi Kab. Banyuasin Sangat Signifikan bagi Pasokan Beras di Sumsel

Kontribusi Kab. Banyuasin Sangat Signifikan bagi Pasokan Beras di Sumsel

INAPOS, JAKARTA- Pasokan gabah seolah tiada hentinya di Banyuasin. Betapa tidak, panen setiap hari terus meningkat selama bulan Januari ini. Berdasarkan pantauan Penjab Upsus Kementan untuk Banyuasin, Prof Dr. Risfaheri dan Kepala BPTP Balitbangtan Sumsel Dr. Priatna Sasmita pada saat menyaksikan panen di Kecamatan Air Salek, Banyuasin, Sabtu (13/1/2018) kemarin. Diketahui, panen padi tersebut mencapai 276 Ha.

Ada pemandangan yang luar biasa di lahan pasang surut Banyuasin. Dermaga jalur menuju sungai Musi dipenuhi tumpukan gabah siap diangkut, karena panen padi setiap hari terus meningkat di bulan Januari ini.

Menurut Korlap Upsus Pajale di Kec. Air Salek Banyuasin, Zainudin Arifin panen pada bulan Januari ini merupakan dampak percepatan tanam pada bulan September dan Oktober.

“Produksi padi bulan Januari tahun ini lebih banyak dibandingkan bulan Januari tahun lalu, dan harga saat ini lebih bagus. Petani sangat bersemangat saat ini, selesai panen, lahannya langsung diolah untuk segera ditanami,”kata Zainudin.

Sementara itu, Prof. Risfaheri mengemukakan, panen padi di lahan pasang surut tersebut bisa berlangsung sepanjang waktu, terutama di Kec. Air Salek dan Kec. Muara Telang berkat penataan tata air dan pembangunan tanggul-tanggul penahan air pasang yang telah dilakukan pemerintah.

“Bantuan sarana alsintan yang telah digelontorkan Kementan, sangat membantu sekali bagi petani untuk dapat melakukan percepatan tanam minimal dua kali dalam setahun (IP 200). Kepemilikan lahan sawah di pasang surut yang cukup luas rata-rata 4-6 Ha per KK, tidak mungkin dikerjakan tanpa adanya sarana alsintan, “ujarnya.

Senada dengan itu Dr. Priatna Sasmita dalam laporannya mengungkapkan, petani di sana sudah cukup piawai dalam memilih varietas padi yang adaptif spesifik lokasi untuk wilayahnya. Provitas padi disini cukup tinggi untuk ukuran sawah pasang surut mencapai 5-7 ton GKP per Ha.

“Semua itu berkat pendampingan yang dilakukan oleh Penyuluh, petugas POPT, dan Babinsa. BPTP Balitbangtan Sumsel juga menugaskan penelitinya sebagai LO Upsus di kab. Banyuasin untuk membantu kegiatan pendampingan kepada petani,”ujar Dr. Priatna.

Lebih Jauh Prof. Risfaheri mengatakan, potensi lahan pasang surut ini memang luar biasa bila dikelola dengan baik.

“Melihat panen saat ini, dan semangat juang dari para petani, kami optimis kab. Banyuasin dapat memberikan kontribusi sangat signifikan bagi pemenuhan pasokan beras di Sumsel maupun provinsi sekitarnya, “pungkas nya. (red/rls)

 

Comments

comments