Kontraktor CV. Ufuk Fajar Bebas Kurangi Volume Tanpa Pengawas

1
434

Tanpa pembesian wiremesh pekerjaan Peningkatan Jalan Jati Baru – Tanjung Baru Paket 2 Kecamatan Cikarang Timur. CV. Ufuk Fajar terbukti kurangi volume.

Inapos Bekasi – Diduga sudah menjadi hal biasa khususnya pada kegiatan proyek APBD di wilayah Kabupaten Bekasi, lagi-lagi pekerjaan yang dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2019, kembali dikerjakan tidak sesuai RAB.

Seperti yang terlihat pada tehknis pengerjaan Paket 2 Peningkatan Jalan Jati Baru – Tanjung Baru Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi, terlihat jelas tehknis pengerjaaan mengurangi volume pembesian yang seharusnya digunakan dalam RAB.

Selain pengurangan volume pada pembesian seperti wiremesh, volume ketebalan beton tidak mencapai ketentuan 20cm.

Hal itu pula dikatakan sejumlah warga Kecamatan Cikarang Timur serta salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat yang memang berdimisili diwilayah tersebut.

Kevin Ketua Infestigas Dewan Pimpinan Pusat LSM Master.

“Kami melihat pada saat pengerjaan berlangsung, jelas terlihat beberapa segmen tidak menggunakan besi wiremesh, selain itu ketebalan beton pun tidak mencapai 20cm,”ujar Kevin Ketua Infestigasi DPP LSM Master kepada inapos.com Selasa 24/12/2019.

Dikatakannya, kegiatan proyek Peningkatan Jalan Jati Baru-Tanjung Baru Paket 2 yang dikerjakan CV. Ufuk Fajar berlokasi di Desa Cipayung Kecamatan Cikarang Timur, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi disinyalir sudah bersekongkol dengan rekanan kontraktor.

“Bagaimana tidak, setiap tahun pekerjaan yang dianggarakan dari APBD khususnya pada insfrastruktur pembangunan jalan di Kabupaten Bekasi, selalu menjadi temuan BPK, dan lagi-lagi PPK, PPTK, Wasdal dan Konsultan tidak cermat dalam pengawasan kegiatan,”ungkap Kevin

Selain itu, ketika dilakukan coredrill senin 23/12/2019 guna mengambil sample hasil pekerjaan, terlihat jelas hasil ketebalan beton berfariatif, bahkan dari beberapa sample yang diambil. Ada yang memiliki ketebalan hanya 13cm.

“Ini harus segera dilaporkan, kami dari Dewan Pimpinan Pusat LSM Master akan melaporkan hal ini terutama ke Inspektorat serta Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi, tinggal kita lihat keberanian para penegak hukum khusus di Pemerintahan Daerah,”terangnya

Dengan banyaknya informasi terkait pekerjaan APBD kususnya infrastruktur pembangunan jalan yang ada di Kabupaten Bekasi, inapos.com beberapa kali mencoba menghubungi Kepala Bidang Pengelolaan Jalan dan Jembatan (Kabid PJJ) Heru Pranoto, namun tidak mendapatkan jawaban serta tanggapan saat dihubungi melalui telfoun selulernya. (Fal)


Komentar Anda?

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here