Kejagung Bidik Dugaan Korupsi Bank BTN

1
176

 

Inapos Bekasi – Kejaksaan Agung saat ini tengah membidik  sejumlah pejabat PT Bank Tabungan Negara atau BTN yang diduga kuat terlibat korupsi. Diketahui pula belasan orang sudah diperiksa baik dari pejabat BTN maupun pihak swasta, status penyelidikan kini dinaikan menjadi penyidikan untuk menetapkan tersangka.

Terkait kasus korupsi yang menyeret sejumlah petinggi Bank Tabungan Negara (BTN) senilai 300 Miliar, kini Menteri BUMN Erick Thohir merampingkan sejumlah jajaran Komisaris dan Direksi perusahaan tersebut.

Sebelumnya Menteri BUMN tersebut telah mencopot 2 Komisaris dan 1 Direksi Bank BTN, hal itu dilakukan demi mengambil langkah untuk menyehatkan Bank BTN.

Sebelumnya Kejaksaan Agung tengah membidik sejumlah kasus dugaan korupsi, status penyelidikin kini dinaikan menjadi status penyidikan untuk menetapkan menjadi tersangka. Diduga banyak sekali ditemukan pelanggaran dimana penggunaan uang kredit tidak sesuai dengan permohonan.

Seperti yang dikatakan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Adi Togarisman di Kantor Kejaksaan Agung RI, Berdasarkan alat bukti permulaan yang cukup, untuk BTN dan hasil ekspous perkara itu sudah naik ke tingkat penyidikan.

“Orang mengajukan kredit KMK prosedurnya banyak yang dilanggar, penggunaan uang kredit tidak sesuai dengan yang dimohonkan,”ungkap Kepala Jam Pidsus Kejaksaan Agung RI Adi Togarisman kepada wartawan di depan kantornya.

Seperti sebelumnya pernah dilaporkan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang berdomisili di wilayah Bekasi Jawa Barat, terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang terjadi kesepakatan dalam Perjanjian Kerjasama antara Bank BTN Cabang Bekasi dan Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bhagasasi sejak tahun 2014.

 

Kantor PDAM Tirta Bhagasasi beralamat di Tegal Danas Kabupaten Bekasi.

Namun pelaporan yang saat itu pernah dilaporkan ke Kejaksaan Agung RI melalui bidang Intelijen, hingga kini pelaporan tersebut hanya sebatas pemanggilan dan pemeriksaan.

Seperti yang pernah disampaikan salah satu penyidik Jaksa Agung Muda bidang Intelijen, Wilmar Tumimbang kepada pelapor bahwa pihaknya sudah memanggil dan memeriksa beberapa pihak terkait tentang PKS antara Bank BTN dengan PDAM Tirta Bhagasasi.

“Kami sudah memanggil dan memeriksa beberapa pihak terkait diantara Direksi PDAM dan pihak Pemerintah Daerah, namun semua itu masih dalam batas pemanggilan untuk pemeriksaan sejumlah alat bukti yang disampaikan saat ini,”ujar Wilmar penyidik JAM Intelijen Kejaksaan Agung RI kepada Ketua Umum LSM LIAR di kantornya.

Terkait peningkatan status itu semua dibawah wewenang pimpinan, nanti semua dikaji berdasarkan keterangan terlapor dilengkapi berkas yang disampaikan, dengan keterangan pelapor serta berkas dan bukti-bukti yang disampaikan.

Namun hingga saat ini, pelaporan terkait dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang yang terjadi sejak tahun 2014 lalu. Dalam laporan tersebut tertuang dalam Perjanjian Kerjasama Antara Bank BTN Cabang Bekasi dengan PDAM Tirta Bhagasasi, menyimpan uang sebesar 18,4 Miliar dan mendapatkan sejumlah kendaraan roda 4, serta bunga 2% setiap bulannya dalam bentuk PPO selama kontrak berjalan selama 3 tahun.

Semua itu tidak tertuang pada saldo rekening milik PDAM Tirta Bhagasasi di Bank BTN pertanggal 31 Desember 2016 dan 31 Desember 2017, tidak terdapat saldo 18,4 Miliar serta bunga 2% selama 3 tahun dalam catatan laporan keuangan milik PDAM Tirta Bhagasasi. (Nof)


Komentar Anda?

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here