Kegagalan Siswandi Nyalon, Enggan Memberi Mahar

Kegagalan Siswandi Nyalon, Enggan Memberi Mahar

KOTA CIREBON.- Bakal calon Walikota Cirebon, Brigjen (Pol) Siswandi akhirnya membuka suara penyebab dirinya gagal memperoleh rekomendasi dari salah satu parpol pengusung di “Koalisi Umat”. 

Penyebab utamanya ialah dirinya menolak untuk memberikan sejumlah nilai atau yang biasa disebut “Mahar Politik”. Pihaknya menyesali dengan adanya permintaan dari PKS.
“Tentunya salah satu parpol, tentunya ada. Kenapa dia (PKS) tidak hadir, tidak memberikan rekomendasi, itu sebetulnya, kira-kira H-1, saya sudah tahu, itu arahnya kemana,” pungkas Siswandi kepada awak media di kantor DPD PAN Jl. Kalitanjung, kota Cirebon, Sabtu (13/01).
“Saya ucapkan terimakasih kepada PAN dan Gerindra dalam membuat langkah baru menuju politik yang bersih, profesional dan berdasarkan moralitas. Kenapa saya katakan demikian ? Karena saya tidak keluar uang yang bahasanya tadi mahar,” pungkasnya lagi.
Selama ini, diakui Siswandi, Mahar itu memang ada dan tiada. Namun, kata Siswandi, pembicaraan dengan PKS itu sudah mengarah kepada Mahar.
“Ada sesuatu hal yang menarik yang bisa dikatakan ada dan tiada, tapi itu pembicaraan sudah mengarah kepada mahar, ini menyebut angka sesuatu, sehingga, ya kan, naik-turun, naik-turun, sehingga pada malam itu (red. Malam terakhir waktu pendaftaran di KPU), naiknya 5 kali lipat,” sebut Siswandi.
Lanjut Siswandi, pihaknya sangat menyayangkan. Karena dirinya sedari awal turun sebagai kontestan pilwalkot Cirebon sudah berkomitmen untuk menjaga moralitas. Terlebih, kata Siswandi, hal itu dilakukan oleh sebuah parpol yang notabene parpol Islam.
“Sedangkan saya berkomitmen dari awal ingin menyalonkan sebagai paslon Walikota Cirebon, upayakan itu mahar tidak ada, ini bertentangan dengan moral kita. Apalagi, Partai Islam yang dibesarkan adalah Mahar yang tidak sejalan dengan Visi-Misi saya,” tukasnya. (Kris)

Comments