Inapos, Jakarta.- Satuan Reskrim telah melakukan penyelidikan terhadap informasi yang beredar di Media Sosial (Medsos) tersebut di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba dan tidak didapatkan informasi tentang nama serta foto tersebut di Lapas Salemba tersebut sebagai mantan napi sehingga dapat dipastikan jika informasi tersebut Hoax, kata Kompol Purnomo selaku Kasubag Humas Polrestro Jakbar, Sabtu (06/01/18).

Saat ini Sat Reskrim akan terus melakukan penyelidikan terkait penyebaran berita Hoax tersebut dan bisa dipidanakan bagi orang yang menyebarkan berita Hoax tersebut dengan pasal 28 ayat 1 UU No 11 tahun 2008 tentang ITE. Dalam pasal itu disebutkan ‘Setiap orang yang sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 Milyar,’ kata Edi selaku Kasat Reskrim.

Polrestro Jakarta Barat, Hengky selaku Kapolrestro Jakbar memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat Jakarta Barat tidak perlu risau dan abaikan saja berita Hoax dan jika mendapatkan informasi terkait Hoax jangan langsung disebarkan bisa meminta klarifikasi kepada kami dan kami sudah siapkan sarana komunikasi yakni melalui media sosial resmi kami baik Instagram, Twitter maupun Facebook. (Elwan)

Comments