INAPOS, Babel – Kecamatan Gantung kembali geger, Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Manggar Kabupaten Belitung (Beltim), Reynaldi (18) menduduki bangku kelas XII Teknik Sepeda motor (TSM) tersebut harus mengakhiri hidupnya di seutas tali yang tergantung di dahan pohon akasia. Pada sabtu (22/10/2017) sore.

 

Renaldi, merupakan warga Dusun Sumping Desa Batu penyu Kecamatan Gantung yang tinggal bersama ibunya, Rini, Ia telah ditinggalkan ayahnya, Welly beberapa tahun yang bekerja sebagai pelayar, entah kenapa Ia mengakhiri hidupnya dengan Gantung Diri.

 

Sambil terisak tangis, teman dekat Renaldi yaitu Serli Fitria (19) menceritakan kejadian yang mengejutkan tersebut. Diterangkan Serli, Awalnya, Korban (Renaldi), Sekira pukul 15.00 wib, Korban  menjemputnya dikediamannya, di Dusun Limbungan I RT 01 Desa Limbung, kemudian dia dan korban berpamitan kepada orang tuanya untuk mengajak makan di Pasar Gantung.

 

Kemudian dilanjutkan Serli, Korban bersamanya berjalan diseputaran gantung dan menuju kearah lintang, sambil melajunya kendaraan selama diperjalanan korban bersama Serli berbincang, yang isinya, Serli meminta izin kepada korban jika Ia berencana akan berbekerja sebagai pelayan toko di Manggar, namun korban tidak mengijinkan, terjadilah cekcok mulut dan menghentikan sepeda motor dipinggir jalan Dusun Jaya Desa Lenggang Ganting, kemudian Serli turun dari sepeda motor.

 

Lanjut cerita,  korban kemudian meninggalkan Serli, jelas Serli, korban melajukan kendaraan dan menuju masuk  ke arah kebun milik warga, yang jaraknya sekitar 70 meter dari jalan raya, beberapa menit kemudian, Serli merasa penasaran untuk menyusul dan melihat korban, Serli masuk kedalam kebun tersebut.

 

Eh.. ternyata, sontak Ia terkejut melihat korban yaitu Reynaldi sudah tergantung di pohon akasia. Dengan seutas tali tambang dileher korban.

 

Melihat kejadian tersebut ia panik dan langsung keluar dari kebun untuk meminta bantuan warga.

“Aku dak tau la pak ngape die gitu, terus aku minta tulong ken urang yang liwat situk.” Kata Serli sambil terisak tangis di Puskesmas Gantung, sabtu (22/10/2017).

 

Mendengar terikan minta tolong dari Serli, warga yang melintas langsung datang. Kemudian 5 orang warga mendatangi lokasi, langsung berusaha menurunkan korban yang sudah tergantung tak bernyawa dengan kondisi terkulai lemas diatas pohon akasia.

Lalu, salah satu dari 5 orang warga yaitu Blek berupaya memotong tali dengan korek api, maklum mereka tidak membawa apa-apa saat menuju lokasi, yang lainnya menyangga korban dari bawah agar tidak terbanting ke tanah. kemudian, segera dipotonglah tali antara dahan akasia dan leher korban, terus korban segera dilarikan ke Puskesmas Kecamatan Gantung, selanjutnya warga menelpon babinkamtibmas Desa setempat.

 

Mendapat laporan warga, Jajaran Polsek Gantung yang dipimpin langsung olek Kapolsek IPTU Robby Purba SE langsung menuju ke Puskesmas Kecamatan Gantung, kemudian dengan dipimpin oleh dr.KENNI MARLIAN PUTRA bersama tim Inafis Polres Beltim dan Kapolsek Gantung langsung dilakukan proses visum terhadap jenazah korban.

 

Dijelaskan oleh  dr.KENNI MARLIAN PUTRA, penyebab kematian korban karena jeratan dileher (gantung diri,red) yang menyebabkan sumbatan pernapasan sehingga korban meninggal dunia, tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan benda tajam maupun benda tumpul ditubuh korban, disampaikannya, pada alat vital korban mengeluarkan sperma.

 

Dengan hasil penjelasan hasil visum tersebut, diduga korban murni gantung diri. Selanjutnya, Jajaran Polsek Gantung bersama tim Identifikasi Polres Beltim melakukan olah TKP dan memasang garis polisi pada pohon tersebut.

 

Terkait kejadian ini, Kapolres Beltim, AKBP Nono Wardoyo, SIK, MH menghimbau, agar semua pihak khususnya lebih perhatian, mengingat semakin maraknya persoalan terkait media sosial.

“Ini masalah pribadi, perlu perhatian semua pihak, khususnya para orang tua yang saat ini yang punya anak, karena pengaruh media sosial ini. Mungkin lebih banyak waktu anak-anak dengan media sosial, perlu perhatian orang tua, jauhkan dulu sementara ini (medsos, red).” Himbau Kapolres Nono, minggu (22/10/2017).

 

Kemudian, kata Kapolres, “Banyak anak yang sudah beranjak dewasa, tolong komunikasi dengan keluarga, kami dari pihak kepolisian menghimbau, karena pengaruh media sosial ini sangat cepat berpengaruhbkepada anak-anak, para remaja, jangan sampai mereka menyimpan sesuatu masalah tidak dikomunikasikan dengan orang-orang terdekat.” Sambung Nono Wardoyo.

 

Ia berharap, “Kasus seperti ini agar tidak terjadi lagi di Kabupaten Belitung Timur, cara seperti ini kita sedih hanya gara-gara masalah pribadi, terjadi seperti ini, Kami menghimbau kepada keluarga, orang tua, agar betul-betul bisa memberikan masukan, tolong dikurangi waktu untuk media sosial, lebih banyak waktu untuk pendidikan agama.” Pesan Nono kepada masyarakat.

(Im/Dny)


Komentar Anda?