FSI Menolak Adanya Politisasi Gerakan Ummat Islam 212

FSI Menolak Adanya Politisasi Gerakan Ummat Islam 212

Inapos, Jakarta.- Seperti yang sedang ramai diperbincangkan ialah Sekjen Forum Ummat Islam (FUI) Al-Khaththath yang menaruh prihatin kepada La Nyalla Mattalitti yang tak bisa berlaga di Pilgub Jawa Timur 2018 karena tak mendapat rekomendasi dari Partai Gerindra. Padahal, Al-Khaththath menyebut La Nyalla merupakan salah satu dari lima tokoh yang diinginkan ulama dan Presidium Alumni 212 untuk menjadi kepala daerah.

Keprihatinan Al-Khaththath disampaikannya saat ikut hadir dalam acara jumpa pers La Nyalla di Restoran Mbok Berek, Jl Prof Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (11/01/17) kemarin. La Nyalla menuding kegagalannya mendapat rekom dari Gerindra lantaran syarat uang miliaran rupiah yang diajukan Prabowo Subianto selaku ketum Gerindra tak dapat terpenuhi.

Atas permasalahan tersebut, Forum Syuhada Indonesia (FSI) menyatakan sikap tegas, melalui release yang dibuat oleh Ir. H. Arief Ikhsan selaku Ketua Dewan Penasehat FSI mengatakan, “FSI menyatakan sikap dengan tegas menolak adanya politisasi gerakan ummat Islam 212 yang dilakukan oleh segelintir aktivis dan ulama yang memiliki syahwat politik dan mencoba untuk mempolitisasi gerakan umat 212 untuk dimanfaatkan menjadi gerakan politik”.

Untuk itu, lanjut Arief, demi menjaga marwah 212 kami dari alumni 212 menegaskan, bahwa 212 adalah gerakan ummat untuk membela Agama dan bukan untuk tujuan politik praktis.

Arief juga menyatakan, jika ada aktivis ataupun ulama dan tokoh yang memiliki syahwat politik, maka lebih baik yang bersangkutan masuk kepartai politik atau mendirikan partai politik, tapi jangan mempolitisasi gerakan ummat Islam 212 menjadi gerakan dan kepentingan politik pribadi.

“Setiap orang berhak atas pilihannya, tidak bergantung pada satu ataupun sekelompok orang yang ingin memecah belah ummat, apalagi terlibat dalam dunia perpolitikan,” tutupnya. (Elwan)

Comments