Yuslih Tak Tahu Hasil FGD Zonasi

Yuslih Tak Tahu Hasil FGD Zonasi

Bupati Akan Lakukan Koordinasi Ke DKP terkait Hasil RZWP3K.

 

INAPOS, Babel – Bupati Belitung Timur (Beltim), Yuslih Ihza mengatakan tidak tau menahu soal adanya penandatanganan kesepakatan dalam Forum Group Diskusi (FGD) di Kantor Bupati Beltim beberapa waktu lalu yang berisi adanya persetujuan terhadap penetapan adanya Zonasi Tambang. “Aku tidak tau menau soal itu (hasil FGD,red).” Ujar Bupati Yuslih.

 

Hal tersebut dijelaskan dan disampaikan oleh Bupati Beltim dalam acara audensi dengan beberapa perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di ruang rapat Bupati, rabu (10/1/2018) siang.

 

Audensi Bupati dengan beberapa perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Beltim dihadiri oleh beberapa LSM di Beltim, diantaranya Syamsu Rizal, Aman Syafrin, M Aedy, Usep, Ismed, Ade Kelana, Rudi, Mulya Karyadi, Yovi dan Budi Berlian. Rabu (10/1/2018).

 

Diikuti oleh beberapa stake holder terkait, dipimpin langsung oleh Bupati Beltim, Yuslih Ihza didampingi oleh Sekda Beltim Ikhwan Fakhrozi.

 

Pertemuan audensi diawali dengan berbagai penyampaian oleh perwakilan LSM. dalam penyampaian pertama Ketua LSM Warna Indonesia, Syamsu Rizal menjelaskan agar adanya pengembangan sektor perekonomian oleh PT Stalindo Wahana Perkasa (SWP), Ia berharap PT ¬†SWP membuat pabrik minyak goreng murni. Karena menurut Syamsu dengan hanya mengirim CPO tidak akan ada perkembangan nilai ekonomi di Beltim. Selain itu, ia mempertanyakan kejelasan tapal batas wilayah Izin PT SWP. “supaya SWP melakukan proses analisis dampak lingkungan, terus apakah wilayah SWP sesuai, atau jangan sampai terdapat hutan lindung” jelas Samsu dalam penyampaiannya, rabu (10/1/2018).

 

Selain itu, Syamsu juga menyesalkan bahwa hasil penandatanganan FGD pembahasan zonasi di Beltim beberapa waktu lalu tidak menjadi bahan pertimbangan dalam RZWP3K di Provinsi Kep. Bangka Belitung beberapa waktu lalu.

“Kami tandatangani FGD, terus kenapa tau-tau tidak adanya zonasi tambang laut dalam RZWP3K?” sesal Sayamsu seraya menyerutu ” Tidak serta merta menghentikan tambang begitu saja. Tapi cari solusi, perlu cari kajian.”

 

Selain Syamsu, juga pertanyaan muncul dari perwakilan LSM yang lain. “Kami ingin Beltim lebih baik, Kami selaku warga Beltim merasa di kick, di medsos kami warga Beltim merasa sering dibulli ketika mendukung zonasi.” Ujar Usep ketua Lsm Korak.

 

Salah satu LSM pendukung Pasangan Yuslih-Aan juga ikut bicara, ketua LSM Berlian, Budi berharap agar tetap adanya zonasi tambang. “Pariwisata kita butuh SDM yang handal, hingga saat ini Beltim belum mampu menjual pariwisata.” Cetus Budi Berlian.

 

Hal senada juga dilontarkan oleh seluruh perwakilan LSM yang hadir, intinya mereka meminta zona tambang tetap ada.

 

Sementara itu, Bupati Beltim, Yuslih Ihza menjelaskan bahwa Ia pada dasarnya mendengarkan suara masyarakat, namun untuk hasil FGD yang sebelumnya dilaksanakan di ruang rapatnya, ia tidak tahu menahu hasil keputusan FGD tersebut, menurutnya hasil FGD itu belum pernah disampaikan kepadanya oleh DKP Beltim. “Aku tidak tau tentang itu (hasil FGD).” beber Yuslih.

 

Lalu, kata yuslih. “Waktu di Pangkal pinang aku sudah dengar zona tambang itu dak ada, itu sebenarnya bahan penyampaian rancangan, itu baru draff. Nanti DPRD Provinsi akan bentuk pansus, nanti akan diolah membahas draf tersebut. Aku adalah kepala daerah yang diangkat oleh masyarakat. Jadi aku mengakomodir apa yang diinginkan masyarakat.” Ujar Yuslih dalam audensi.

 

Karenanya kata Yuslih, “Nanti akan dikoordinasikan ke Pak Sarjon (Kadis DKP Beltim) dan dengan pemerintah Provinsi.” Tutur Yuslih usai audensi dengan LSM diruang rapat. (Imron L)

 

Comments

comments