Empat Tahun Menderita Tinggal Diatas Rumah Reot

1
242

INAPOS, BEKASI – Sejak Tujuh Belas Tahun lalu menempati kediaman peninggalan orang tuanya, di Kampung sawah Rt001/002 Desa Setia Asih Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi.

Salah satu keluarga yang menempati rumah beralaskan tanah dan bangunan dari bambu yang hampir roboh, keluarga Wawan tak pernah mendapatkan perhatian baik dari Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah.

Wawan yang tinggal bersama istri dan ketiga anaknya tersebut, hanya bisa pasrah dan berdoa agar apa yang diharapkan memiliki rumah yang layak, namun hingga saat ini harapan tersebut hanyalah mimpi yang tak pernah bisa terealisasi.

Menempati rumah yang sudah hampir roboh sejak Empat tahun lalu, Wawan yang bekerja sebagai buruh serabutan tak mampu untuk merenovasi rumahnya, lantaran memperjuangkan ketiga anaknya agar tetap bisa menuntut ilmu di bangku sekolah hingga lulus Sekolah Menengah Atas.

“Untuk rumah saya hanya bisa pasrah, bantuan program dari Pemerintah tidak pernah ada, saya hanya ingin anak saya bisa lulus semua sampai bangku SMA,”ungkap Wawan (38) kepada wartawan.

Wawan yang tak pernah henti berdoa mengharapkan bantuan dari Pemerintah atas program yang sudah dicanangkan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), namun hingga saat ini dirinya tak kunjung mendapatkan bantuan tersebut.

“Dari tahun ke tahun saya hanya bisa melihat warga lain yang mendapatkan bantuan tersebut, namun saya hanya bisa berdoa dan berharap agar mendapatkan perhatian dan bantuan tersebut,”ujarnya.

Sanawiyah (36) istri dari wawan yang menjelaskan kehidupannya selama tinggal di rumah yang sudah hampir roboh tersebut, selalu dibayang-bayangi rasa takut lantaran sewaktu-waktu rumah yang ditempatinya ambruk dan menimpa keluarganya. Sanawiyah tak kunjung menahan air mata ketika ditanya wartawan kondisi rumahnya tersebut.

“Sejak Empat tahun lalu kondisi rumah sudah seperti ini, bahan bangunan yang menggunakan kayu bekas dari sisa bangunan orang lain, kami gunakan untuk menahan dan mengganti kayu yang sudah lapuk, namun untuk merenovasi kami tak punya biaya,”ucap Sanawiyah istri wawan yang tinggal bersama Wawan.

Sanawiyah yang tak henti menahan rasa isak tangis ketika diwawancara wartawan hanya bisa berharap dan berdoa, agar mendapatkan bantuan dari Pemerintah.

Dirinya yang mengaku bekerja sebagai pembantu rumah tangga, hanya cukup untuk membantu suami memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari lantaran pekerjaan suami dari Sanawiyah adalah buruh serabutan yang tidak tetap penghasilannya.

Dirinya berharap kepada Bupati Bekasi dan Pemerintah Daerah, dapat membantu dan bisa mendapatkan hak seperti warga dan masyarakat lainnya, untuk tinggal dirumah yang layak seperti warga lainnya.

“Harapan serta doa selalu saya panjatkan agar apa yang selama ini kami damba-dambakan, bisa terealisasi,”tutupnya (Nof)


Komentar Anda?

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here