Darto : Ungkap jatah preman di proyek PLTU 2 Cirebon

1
2194

INAPOS, CIREBON,- Aparat penegak hukum baik Polres Cirebon Kota maupun Polres Kabupaten Cirebon agar segera menindaklanjuti secara serius, dugaan premanisme yang berkeliaran di proyek PLTU 2 Cirebon.

Demikian disampaikan Aktivis Cirebon Timur, Darto Qigde Cirtim kepada Inapos, Sabtu (30/11/2019) malam melalui sambungan Whatsapp.

Menurutnya, dugaan preman mengambil jatah bulanan bernilai jutaan rupiah yang diduga mengatasnamakan Tim 8, harus segera diungkap.

“Saya meminta aparat penegak hukum menangani secara serius agar Cirebon baik kota atau kabupaten bersih dari premanisme.  Bubarkan para Preman di proyek  PLTU 2 yang mengatasnamakan masyarakat pribumi,” tegasnya.

Bagi Darto, tindakan para preman yang nota bene bukan pekerja  namun seenaknya meminta jatah kepada pelaksana proyek baik PT. Hyundai maupun perusahaan lainnya, sudah sangat meresahkan.

“Bagi masyarakat yang bekerja di proyek PLTU 2 Cirebon, permintaan jatah tersebut meresahkan hingga diduga terjadilah perkelahian kemarin. Saya bersama rekan-rekan aktivis Cirebon lainnya akan segera membuat surat permintaan audensi dengan pihak-pihak terkait serta pihak penegak hukum kedua Polres. Segera bubarkan preman -preman meminta jatah atas nama warga Desa Kanci Wetan dan Desa Waruduwur Kecamatan Mundu,” tandas Darto.

Apa yang akan dilakukannya tersebut demi terwujudnya kondusiditas wilayah sekitar proyek pembangunan PLTU 2 dan Cirebon pada umumnya. Demikian tutup Darto.

Pihak Polres Cirebon Kota pun, hingga berita ini diturunkan masih bungkam terkait kelanjutan pemeriksaan pelaku keributan di proyek PLTU 2 Cirebon pada Sabtu (30/12/2019) kemarin. (Cep’s)


Komentar Anda?

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here