Dampak Pencemaran, Lurah Bersama Pemilik Perusahaan Diamuk Warga

0
750

Banjir di Kelurahan Kebalen, Dampak Penutupan Saluran Warga, Bahan Kimia milik CV. Dove cemari sejumlah pemukiman serta ancam keselamatan warga.

Inapos Bekasi – Kunjungi warga terdampak aliran limbah CV. Dove, Lurah Kebalen Kecamatan Babelan, Martan Edi Wijaya dikeluhkan sejumlah warga Rt 005 Rw 004 Kampung Penggilingan Tengah.

Keluh kesah serta amukan warga terkena dampak aliran limbah milik CV. Dove tersebut terjadi saat banjir melanda pertanggal 31 Desember 2019 lalu. Beberapa jenis bahan kimia yang masuk ke rumah warga merupakan milik dari pabrik CV. Dove.

“Sejak ditutupnya saluran pembuangan milik warga oleh perusahaan, kami tidak memiliki saluran utama yang mengaliri pembuangan ke sungai, bahkan dampak ditutupnya saluran tersebut edapan air pembungan warga tidak bisa mengalir ke sungai,”ujar warga Rt 005 Rw 004 Kampung Penggilingan Tengah Kebalen.

Warga yang langsung mengutarakan keluh kesah dampak bahan – bahan kimia milik perusahaan yang masuk ke rumah warga, merasa kesal lantaran pihak perusahaan tidak mau bertanggung jawab atas dampak yang terjadi saat ini.

“Banjir saat ini memang semua terkena dampak, namun akibat ditutupnya aliran pembuangan milik warga, hingga saat ini lumpur serta endapan air bahkan bahan kimia milik perusahan tertampung di rumah kami,” ungkap Bapak Ketong warga Rt 005/004.

Sejumlah warga yang terkena dampak pencemaran bahan kimia milik perusahan datangi CV. Dove dan amuk pemilik perusahaan.

Banjir tahun – tahun sebelumnya tidak seperti ini, aliran air serta endapan lumpur langsung mengalir ke sungai, akan tetapi saat ditutup semua akhirnya menjadi korban.

“Kami minta saluran yang sudah ditutup oleh perusahaan untuk segera dibongkar, itu saluran milik warga bukan milik perusahaan, enak saja main tutup saluran warga,”ujarnya.

Menanggapi hal itu, Lurah Kebalen Kecamatan Babelan Martan Edi Wijaya meminta kepada pihak perusahaan untuk bersama – sama membersihkan endapan air serta lumpur yang ada saat ini.

“Ini harus segera dibersihkan bersama – sama, pihak perusahaan bersama warga harus bergotong royong mencarikan solusi, perusahaan pun harus bertanggung jawab agar rumah yang terkena dampak endapan lumpur serta air yang ada bisa dibersihkan,”ucap Lurah Martan Edi Wijaya kepada warga.

Terkait saluran warga yang sudah ditutup oleh perusahaan CV. Dove, dirinya meminta agar perusahaan segera mengembalikan fungsinya.

“Permintaan warga saluran yang sudah ditutup untuk dikembalikan lagi, yang utama bagaimana endapan air serta lumpur saat ini harus bisa teratasi,”kata Lurah Martan sapaan akrabnya kepada kerumunan warga.

Hal lain dikatakan Firman (31) yang juga warga sekitar dengan tegas meminta saluran yang sudah ditutup CV. Dove segera dikembalikan seperti semula.

“Kalau saluran itu tidak ditutup kami warga bisa mengontrol saluran pembuangan ini, tapi sekarang apa yang terjadi, jangankan lumpur, limbah milik perusahaan sekarang masuk kedalam rumah – rumah warga,”terangnya.

Ditambahkan Firman, saat akan dilakukannya penutupan saluran milik warga, kami sudah protes terhadap Perusahaan, Ketua RW, Babinsa, beserta pihak Polsek yang dihadiri Pak Rahman, kami sudah menolak agar saluran tersebut tidak ditutup, namun protes kami tidak di hiraukan.

“Yah akhirnya dampaknya seperti ini, kami warga yang langsung terkena dampak, siapa yang bisa bertanggung jawab dengan kejadian ini,”pungkas Firman. (Fal)


Komentar Anda?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here