KOTA CIREBON.- Bank Indonesia (BI) bersama Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Perumda, serta Pemerintah Kota Cirebon adakan program Lomba Pasar Back to Traditional Market (LPBTM).
Acara yang yang dipusatkan di halaman pasar Gunung Sari dihadiri oleh Kepala perwakilan BI Cirebon M. Abdul Madjid Ikram, staf ahli bidang Perekonomian Yoyon Indrayana, Kepala Perumda Ahyadi, Ketua DPD APPSI H. Agus Saputra, Perwakilan berbagai Bank serta kepala pasar yang ada dikota Cirebon. Kamis (21/12).
Kepala Perwakilan BI Cirebon M. Abdul Madjid Ikram mengatakan program dilatar belakangi oleh maraknya pasar – pasar ritel modern yang sangat berkembang di Kota Cirebon. Kemudian upaya mendorong pengendalian inflasi daerah sertabpara pelaku pasar tradisional ikut bersama – sama menjaga harga ditingkat pedagang eceran bisa terkendali.
“Kami bekerjasama dengan semua pihak terkait karena disinyalir ada keengganan masyarakat untuk berbelanja dipasar tradisional”. Ujarnya.
Ia juga mengimbau kepada seluruh perbankan untuk dapat melihat potensi besar yang ada dipasar tradisional dalam upaya fasilitas kredit serta fasilitasi keuangan non tunai dengan baik bersama pengelola atau pedagang.
“Manfaatkan potensi besar yang ada terdapat pada pasar tradisional”. Imbuhnya.
Sementara itu Staf Ahli Bidang Perekomian Yoyon Indrayana mengatakan, Kota Cirebon sebagai destinasi jasa perdagangan harus menciptakan magnet – magnet pasar agar lebih menarik.
Yoyon berharap agar semua pasar yang di Kota Cirebon memiliki SNI, kelengkapan fasilitas sarana dan prasarana harus ada pada pasar tradisional.
“Pemerintah Kota melalui Perumda agar semua pasar menjadi SNI, ditambah lagi dengan adanya ruang menyusui, ruang merokok harus ada di pasar tradisional”. Ujarnya. (Kris)


Komentar Anda?