Anggota Komisi VI DPR RI Dukung Pembuatan Heritage Port dan Selter di Pelabuhan Cirebon

1
222
KOTA CIREBON.- Gagasan PT Pelindo II untuk membuat Heritage Port di Pelabuhan Cirebon mendapat dukungan penuh dari Anggota Komisi VI DPR RI.

Dukungan tersebut disampaikan Ir. H. E. Herman Khaeron saat lawatan kunjungannya ke PT Pelindo II Cirebon, Senin (2/1/20).
“Saya dukung sepenuhnya pembuatan Heritage Port di Pelabuhan Cirebon,” ujarnya.
Menurut Kang Hero, karena Pelabuhan Cirebon banyak terdapat bangunan tua yang dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda demi mendukung kegiatan pelabuhan Cirebon pada masa lalu. Sehingga kawasan tersebut sangat tepat dibuat Heritage Port.
“Sebelum adanya pelabuhan Batavia, Pelabuhan Cirebon sudah ramai oleh perdagangan internasional,” paparnya.
Disamping itu, lanjut dia, untuk meningkatkan perekonomian di Cirebon maka sekaligus dijadikan sektor pariwisata kota tua yang akan menambah taraf ekonomi masayarakat.
Pria yang juga Ketua Divisi Pengabdian Masyarakat dan Program Pro-Rakyat Partai Demokrat ini menambahkan, untuk pembangunan selter pelabuhan, dirinya juga mendukung sebab Selter ini akan berfungsi sebagai pengganti transportasi darat. Sehingga, barang-barang atau kontainer yang dikirim dari Tanjung Mas ataupun Tanjung Perak, bisa berhenti di Pelabuhan Cirebon. Mereka tidak perlu lagi melalui jalur darat untuk membawanya ke Tanjung Priuk.
“Inilah yang dinamakan tol laut, sehingga kemacetan di darat akibat angkutan barang bisa diatasi,” jelasnya.
General Manager Pelindo II Cirebon, Wahyu Pradityo, Heritage Port ini nantinya akan memanfaatkan bangunan-bangunan kuno di Pelabuhan Cirebon, untuk dijadikan potensi pariwisata. Karena, bangunan-bangunan tersebut sudah masuk dalam kategori cagar budaya dan tidak boleh dibongkar maupun dihancurkan.
“Sehingga, daripada tidak dimanfaatkan dan dibiarkan kosong, lebih baik dijadikan potensi wisata. Nantinya juga perkonomian masyarakat akan ikut naik,” tuturnya.
Selain itu, lanjutnya, dalam waktu dekat juga pihaknya sedang berkoordinasi untuk membuat terminal header dari pelabuhan Cirebon menuju Jakarta. Tujuannya untuk mengurangi beban jalan di Pantura dan Tanjung Priuk.
“Dengan adanya terminal baru, maka ada split modality dari terminal Cirebon menggunakan kapal menuju Tanjung Priuk,” pungkasnya. (Kris)


Komentar Anda?

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here