Amar Putusan Ditahan, Terdakwa 378 Tetap Bebas

3
876

INAPOS, KOTA CIREBON,- Terdakwa kasus penipuan dengan pelaku Hera Damayanti (45), warga Jalan Setrayasa VI, Nomor 66, RT 006, RW 010, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon. Masih bebas menghirup udara segar dan tidak dilakukan penahanan walau Pengadilan Negeri (PN) Kota Cirebon memutus Hera bersalah dan dikenakan hukuman lima bulan penjara.

Dalam amar putusan yang bernomor 133/Pid.B/2019/PN Cbn dan ditandatangani oleh Ria Helpina, S.H selaku Hakim Ketua memutuskan dan mengadili Hera sebagai berikut seperti dikutip dari Petikan Putusan bernomor tersebut, yaitu :

MENGADILI:

1. Menyatakan terdakwa Hera Damayanti binti Mohamad Adillah tersebut di atas, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana dalam dakwaan tunggal;

2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 5 (lima) bulan;

3. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan;

Namun dari hasil temuan redaksi dan dari beberapa informasi bahwa Hera masih bebas.

Kepada Inapos, nara sumber (Narsum) yang tidak ingin disebutkan namanya bahwa dirinya mempertanyakan ada apa dengan keputusan pengadilan dan hukum di negeri ini.

“Padahal dalam amar putusan, hakim telah memutuskan bahwa Hera harus ditahan. Tapi mengapa masih bebas dan tidak ditahan. Ada apa dengan pihak penegak hukum,” tanya sumber tersebut.

Ketika persoalan ini ditanyakan kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Cirebon M Syarifuddin, Rabu (27/11/2019) menjawab bahwa Hera melakukan banding.

“Dia (Hera) kan melakukan banding setelah keputusan tersebut, ya kita menunggu keputusan dari Pengadilan Tinggi (PT) Bandung. Karena ketika terdakwa setelah di putus bersalah oleh Hakim di PN Kota Cirebon namun segera terdakwa mengajukan banding, ya kita menunggu keputusan PT. Kalau nanti kita tahan dan ternyata hasil keputusan PT, dia bebas, siapa yang menanggung atau mengganti hukuman dia,” jawab Syarifuddin.

Saat ditanyakan apa dasar hukumnya Hera tidak ditahan dan dengan bebasnya Hera ini menjadi contoh bagi masyarakat, bahwa siapapun yang telah di vonis bersalah dan harus ditahan, tetap bisa bebas. Kajari tidak bisa menjawab.

Ketika ditanyakan kembali mengapa kasus pemalsuan Cek BRI yang dilakukan Hera tidak menjadi putusan, Syafrudin meminta wartawan menanyakan kepada pihak Kepolisian.

“Silahkan tanyakan kepada pihak Polisi, mengapa kasus pemalsuan dokumen tidak dinaikkan,” jawabnya.

Kapolres Cirebon Kota Roland Rolandi justru meminta wartawan pertanyakan hal itu kepada Kejakaaan.

“Lho, ya silahkan tanyakan kepada kejaksaan mengapa kok tidak ditahan. Setelah segala sesuatunya sudah komplit, ya kita serahkan ke Kejaksaan. Setelah itu bukan urusan kita. Terkait mengapa persoalan pemalsuan dokumen tidak dinaikkan, itu kasus yang lain. Karena pemilik dokumen belum bisa kita temui,” jawab Roland.

Sampai berita diturunkan, Hera belum bisa ditemui. (Cep’s)


Komentar Anda?

3 KOMENTAR

  1. hi!,I like your writing very much! share we be in contact extra about your article on AOL? I need a specialist in this area to unravel my problem. May be that is you! Having a look ahead to see you.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here